3 Aplikasi Mobile yang Jadi Juara Hackathon Indonesia Android Kejar 2017

Pada awal September 2017, Google kembali mengadakan Hackathon untuk para peserta kursus pemrograman Android gratis mereka, yaitu Indonesia Android Kejar. Mereka juga telah mengadakan acara serupa pada Mei 2016 lalu.

Menurut Erica Hanson selaku Program Manager Developer Relations Google, perusahaannya ingin mendorong developer lokal agar bisa terus belajar mengembangkan aplikasi Android. Acara Hackathon ini juga dibalut dengan Android Kejar Career Day dengan menghadirkan booth berbagai startup di Indonesia yang tengah membuka lowongan pekerjaan.

“Kami mendorong mereka untuk mengembangkan aplikasi, bahkan mungkin untuk membuat startup setelah ini. Kami juga menghubungkan mereka dengan dunia kerja, karena itu kami fasilitasi melalui Career Day,” jelas Hanson kepada Tech in Asia Indonesia.

Dari Hackathon tersebut, Google memilih tiga tim yang menghasilkan karya-karya terbaik. Inilah tiga aplikasi buatan para peserta program Android Kejar yang yang berhasil menjadi juara.

Tim BC-KJU asal Malang yang menjadi pemenang pertama Indonesia Android Kejar lewat aplikasi SportyWay.


SportyWay

Tim asal Malang tersebut membuat aplikasi SportyWay. Aplikasi tersebut bisa menghubungkan para penggemar aktivitas olahraga untuk saling bertemu dan bersama-sama mengadakan acara atau pertandingan.

Menurut Rizki Puspa Dewi, salah satu pengembang SportyWay, pihaknya terpikir membuat aplikasi ini karena berkaca pada pengalaman mereka sendiri. “Kami kalau mau olahraga, males karena enggak ada teman. Jadi kami buat inovasi seperti itu,” kata Rizki.

Anggota tim SportyWay yang lain, Eko Prasetyo Lukman Nur Hakim, mengakui kalau pihaknya belum terlalu memikirkan tentang monetisasi. “Kami latar belakangnya semua dari IT, belum ada yang dari bisnis. Tapi monetisasinya mungkin bisa semacam top up. Ada event besar, pembayaran bisa lewat situ, nanti langsung kita potong,” jelasnya.

Salah satu pengembang SportyWay, Lukman, menunjukkan tampilan aplikasi SportyWay.


Verti-Go!

(Kiri ke kanan) Vinsen Mego - Co-Founder & CTO PicMix, Royyan Abdullah Dzakiy, Annisa Nurul Azhar, Farhan Ghifari - Inventor of Verti-go app, 2nd Place Winner, Team Urban Night

Sedangkan di posisi kedua, ada aplikasi Verti-Go! buatan tim Urban Night asal Bandung. Aplikasi ini membantu penderita vertigo melakukan pengobatan, seperti dengan menampilkan panduan gerakan senam vertigo lewat animasi.

Verti-Go! juga memiliki device tambahan menggunakan Arduino yang terkoneksi dengan aplikasi mereka. Perangkat tersebut bisa digunakan pengguna untuk mengirimkan pesan kepada keluarga, apabila terjadi keadaan darurat.


Jogging

(Kiri ke kanan) Ahmad Rosi, Ghozi Mahdi, Keen Susilo Aji - Inventor of Jogging app, 3rd Place Winner, Team Sekala, Ryan Rahardjo - Public Policy Google Indonesia

Di tempat ketiga, ada tim Sekala yang mampu mencuri perhatian dengan aplikasi Jogging. Aplikasi ini bisa mendeteksi berapa kilometer jarak yang kamu tempuh saat melakukan joging atau jalan kaki.

Aplikasi ini juga dilengkapi peta, serta mendeteksi berapa kalori yang sudah terbakar.


Para pemenang kompetisi kali ini, kata Hanson, akan mendapatkan hadiah uang dan program bimbingan. Google akan menyediakan para ahli di bidang pengembangan aplikasi Android untuk menjawab pertanyaan para pengembang muda ini.

Indonesia Android Kejar merupakan salah satu fasilitas yang bisa kamu manfaatkan untuk mempelajari pemrograman. Di Indonesia sendiri telah ada beberapa kursus pemrograman lain seperti Hacktiv8, yang bisa membantu kamu untuk belajar menjadi developer. Selain itu, kamu pun bisa mengikuti komunitas pemrograman, atau belajar secara otodidak lewat situs-situs online.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post 3 Aplikasi Mobile yang Jadi Juara Hackathon Indonesia Android Kejar 2017 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur