Berubah Menjadi Marketplace, RajaMobil Bantu Tenaga Sales Menjual Mobil Baru


Ikhtisar
  • Monetisasi yang dilakukan RajaMobil saat ini yakni dengan menawarkan data konsumen yang berpotensi melakukan pembelian.
  • RajaMobil kini tengah mengembangkan fitur Special Tracking yang memungkinkan konsumen untuk melihat sejauh mana perkembangan proses pengajuan kredit, hingga kapan keluarnya nomor kendaraan.

Pada awal berdirinya tahun 2012 lalu, RajaMobil.com masih berbentuk platform iklan baris yang menawarkan ruang bagi penggunanya untuk menjual mobil bekas. Seiring berjalannya waktu, platform RajaMobil ternyata lebih banyak dipakai oleh para tenaga penjual (sales) dari diler resmi untuk memasarkan mobil baru.

Hal ini yang kemudian mendorong RajaMobil mengubah struktur platformnya dari iklan baris menjadi marketplace pada tahun 2017. Dengan struktur ini, RajaMobil menampilkan beragam penawaran cicilan mobil baru dari berbagai sales mobil. Menurut CEO RajaMobil, Dien Wong, berdasarkan hasil penelitian Google bersama TNS, masyarakat Indonesia juga tidak keberatan membeli mobil secara online jika pilihan itu tersedia.

Dien menilai hasil penelitian itu linear dengan uji coba yang dilakukan pihaknya. Calon pembeli saat ini, kata Dien, sebagian besar sudah melakukan riset mengenai produk yang akan dibelinya melalui internet sebelum mendatangi diler mobil. Faktor ini juga menjadi alasan selanjutnya bagi RajaMobil mengubah bentuk platformnya menjadi marketplace.

Tampilan situs RajaMobil | Screenshot

“Kami melihat ada kesempatan. Ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Orang mau beli mobil baru secara online. Penjual juga senang,” ujar Dien kepada Tech in Asia Indonesia.

“Beli online (mobil baru) itu bukan beli langsung ya. Artinya mereka isi data, nanti dikontak sama sales atau diler. Mereka saling menghubungi, tapi enggak pernah ketemu. Kasih penawaran tambahan, diskon lebih, itu bisa deal tanpa ketemu. Konsumen sekarang suda pintar, sudah tahu barang,” jelasnya lagi.

Saat ini, ada sekitar lima ribu sales dari delapan ratus diler mobil yang sudah bergabung dengan RajaMobil. Menurut Dien, hal ini akan memudahkan calon pembeli untuk membandingkan paket dan penawaran antar sales untuk produk yang sama. “Sales kalau mau jualan di sini gratis. Syaratnya cuma satu, mereka harus sales resmi, jadi orang yang mau beli juga aman. Untuk memastikan, kami cek ke dilernya,” tuturnya.

Belum ambil komisi penjualan

Tampilan situs RajaMobil |Screenshot

Dien mengatakan RajaMobil belum mengambil komisi dari tiap mobil yang terjual. Monetisasi yang dilakukan RajaMobil saat ini yakni dengan menawarkan data konsumen yang berpotensi melakukan pembelian.

Setiap konsumen yang tertarik membeli melalui RajaMobil, harus mengisi data terlebih dahulu. Data konsumen potensial ini baru bisa didapatkan sales bila sudah membayar pada RajaMobil. Dien mengatakan setiap satu data calon pembeli hanya dimiliki secara eksklusif oleh satu sales saja. Jika di kemudian hari pembeli ingin membeli mobil lagi, maka ia harus kembali mengisi data secara manual.

“Ketika ada calon pembeli masuk, mereka (sales) kan dapat data. Data itu yang bayar. Pada saat calon pembeli memberikan data, dia memang minta dihubungi. Kalau mengisi data, calon pembeli dengan sangat sadar memberikan data itu pada sales. Kami juga punya sistem aftersales. Setelah data dibeli oleh sales, konsumen akan ditanya sama RajaMobil bagaimana pengalamannya. Jadi beli mobil tidak,” paparnya.

Kembangkan fitur Special Tracking

CEO RajaMobil, Dien Wong (kiri), bersama COO RajaMobil (kanan)

Sejauh ini, ada beberapa platform yang menjadi kompetitor RajaMobil, baik langsung secara head to head maupun tidak langsung. Misalnya Carmudi dan Mobil123 yang menyediakan pilihan mobil baru dan bekas, atau e-commerce seperti Blibli yang belakangan ini juga menawarkan opsi pembelian mobil baru.

Agar menjadi yang terdepan sebagai platform penjualan mobil online, RajaMobil kini tengah mengembangkan fitur Special Tracking. Melalui fitur ini, konsumen yang membeli mobil baru di RajaMobil bisa melihat sudah sejauh mana perkembangan proses pengajuan kredit, hingga kapan keluarnya nomor kendaraan.

“Jadi enggak usah telepon sales¬†lagi, sudah sampai mana perkembangannya. Ini lagi kami kembangkan. Dalam tiga bulan akan dirapikan,” kata Dien.

RajaMobil saat ini sudah mendapatkan dana dari beberapa investor seperti Ideosource dan Stellar, yang merupakan dua perusahaan modal ventura. RajaMobil juga mendapatkan pendanaan dari beberapa pengusaha Indonesia seperti TP Rachmat dari Triputra Group, serta Boy Thohir dan Erick Thohir melalui Beyond Media (Mahaka Group). Mengenai nominal investasi, Dien mengatakan tak bisa mengungkapkannya pada publik.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Berubah Menjadi Marketplace, RajaMobil Bantu Tenaga Sales Menjual Mobil Baru appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *