E-commerce Produk Romantis AsmaraKu Terima Bitcoin sebagai Alat Bayar


Ikhtisar
  • AsmaraKu menganggap penggunaan Bitcoin akan meningkatkan efisiensi pembayaran pengguna sekaligus menjaga privasi mereka.
  • Tingkat adopsi Bitcoin di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh, meski Bank Indonesia menyatakan bahwa mata uang digital tersebut bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Situs e-commerce untuk kebutuhan romantis dan kesehatan AsmaraKu pada 16 Agustus 2017 resmi menerima Bitcoin sebagai bagian dari alat pembayaran dalam platform mereka. Keputusan ini menjadikan AsmaraKu sebagai e-commerce produk kesehatan pertama yang menerima mata uang Bitcoin di Indonesia.

Alasan AsmaraKu menerima Bitcoin lebih pada kelebihannya dari segi efisiensi transaksi pembayaran dan privasi penggunaannya. Menurut pihak AsmaraKu, penggunaan Bitcoin bisa meningkatkan kenyamanan konsumen.

Asmaraku Founder | Photo

Lewat Bitcoin, konsumen dapat bertransaksi cukup hanya menggunakan smartphone tanpa melibatkan pencatatan transaksi keuangan dari pihak perbankan. Dengan kata lain, kegiatan transaksi jarak jauh pun berlangsung layaknya pembelian dengan uang tunai, di mana hanya melibatkan pihak pembeli dan pihak penjual saja.

Untuk bertransaksi dengan Bitcoin, pelanggan hanya perlu mengakses situs AsmaraKu, melakukan pemesanan, dan memilih Bitcoin pada opsi metode pembayaran. Sama seperti kegiatan transaksi AsmaraKu umumnya, privasi pembeli akan tetap dijaga, mulai dari penamaan identitas pengiriman, bentuk paket, dan keterangan isi barang yang terdapat di dalamnya.

“AsmaraKu terus berinovasi dalam memberikan produk dan pelayanan terbaik. Kami sangat memperhatikan privasi pelanggan sehingga kerahasiaan pembelian akan terjaga dengan baik,” ungkap Grace Natalia selaku Co-Founder dari AsmaraKu.

Bitcoin Cryptocurrency | Ilustrasi

Peredaran Bitcoin dalam startup Indonesia

Di Indonesia sendiri pemanfaatan Bitcoin mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan hingga mencapai sekitar 100.000 transaksi setiap bulan di awal 2017. Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari volume transaksi di Cina yang bisa mencapai 10 juta transaksi per bulan.

Menurut Suasti Atmastuti Astaman selaku Business Development Manager Bitcoin Indonesia, pada awal 2017 Indonesia memiliki lebih dari 230.000 pengguna Bitcoin. Angka tersebut diperkirakan bakal terus tumbuh, terlebih setelah nilai tukar Bitcoin mengalami kenaikan hingga mencapai rekor tertinggi di angka US$4.300 (sekitar Rp53 juta).

Bank Indonesia pernah menyatakan bahwa Bitcoin bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Itulah mengapa para pengguna Bitcoin tidak akan mendapat perlindungan pemerintah apabila mereka mendapat masalah atau merugi ketika menggunakan uang digital tersebut.

Di Indonesia beberapa nama-nama startup yang aktif bergerak di ranah Bitcoin antara lain BitDokuArtabitQuoine, dan lain-lain. Selain AsmaraKu, startup lainnya yang menggunakan Bitcoin sebagai media pembayaran adalah KinerjaPaystartup asal Medan yang telah beroperasi sejak awal 2015 lalu.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post E-commerce Produk Romantis AsmaraKu Terima Bitcoin sebagai Alat Bayar appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *