JD.ID Resmi Gandeng Citilink yang Mungkinkan Pengambilan Barang di Dalam Pesawat


Ikhtisar

  • Pihak JD.ID telah menegaskan bila barang yang bisa diambil di bandara masih sebatas produk fesyen dan aksesori.
  • JD.ID dan Citylink juga tengah berencana membangun digital lounge

Pada tanggal 31 Agustus 2017, platform e-commerce JD.ID mengumumkan kerja sama mereka dengan maskapai penerbangan Citilink. Melalui kerja sama ini, pelanggan yang memesan tiket pesawat lewat situs resmi Citilink akan mendapat voucer untuk berbelanja online di JD.ID. Menariknya, pengiriman produk tidak hanya ke rumah, namun bisa juga diambil di bandara atau kabin pesawat.

“Itu (mengambil barang pesanan di bandara atau kabin pesawat) masih dikembangkan terkait waktu paling bagusnya. Artinya, dari saat memesan barang sampai terbang, bisa dikasih (jeda waktu) kira-kira berapa jam. Harus dihitung, dan tergantung bandaranya di mana, terbang kemana. Kami harus lihat apa 24 jam sebelumnya, atau maksimal enam jam sebelumnya. Kami susun yang paling bagus seperti apa,” jelas Chief Commercial Officer Citilink Andy Adrian Febryanto.

Sementara itu, Head of Marketing JD.ID Timothius Martin menegaskan tak semua barang yang dipesan di JD nantinya bisa diambil di bandara atau kabin pesawat. Misalnya seperti pembelian televisi, atau barang-barang berukuran besar maka pengambilannya tidak mungkin di bandara atau kabin pesawat.

“Nanti kami lihat. Yang jelas kacamata, fesyen seperti baju, sandal, tas, itu bisa (diambil di bandara atau kabin pesawat). Aksesori gadget juga rencananya ada. Kalau smartphone nanti kami lihat dulu,” ucap Timothius.

Pembangunan digital lounge JD-Citilink

Pesawat Citilink | Ilustrasi

Selain itu, Citilink juga tengah mengupayakan membangun digital lounge bagi konsumen JD. Menurut Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo, hal ini menyebabkan Citilink harus berpindah terminal dari terminal 1C ke terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

“Tapi apakah nanti di terminal 2D atau 2E, masih menunggu,” kata Juliandra. Pada digital lounge ini, akan dihadirkan tempat untuk demo produk, jaringan Wi-Fi, in lounge shopping, dan penawaran eksklusif in-flight shopping.

Tak cukup sampai di situ, Citilink pun berniat melakukan hal lain, seperti mengonversi poin JD menjadi Supergreen Garudamiles, menghadirkan pemesanan tur di platform JD, hingga membuat platform in-flight JD-Citilink. Terkait platform in-flight, Andy mengatakan kemungkinan pelanggan bisa mengaksesnya melalui smartphone masing-masing. Selain itu, Andy tak menutup kemungkinan adanya pilihan belanja oleh-oleh daerah setempat melalui kerja sama dengan JD.

“Bisa jadi. Karena ini kan baru MoU. Misalnya nanti (mau beli oleh-oleh) Meranti di Medan, bisa jadi kalau quality control memungkinkan. Sudah harus punya tahapan jelas terkait quality control sehingga pada saat dikirim tidak basi. Itu yang sedang kami kembangkan ke depan,” kata Andy.

Pengembangan platform dan peningkatan kepuasan konsumen

Kiri ke kanan: President Director of JD.ID, Zhang Li; Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo; Chief Commercial Officer Citilink, Andy Adrian Febryanto; Head of Marketing JD.ID, Timothius Martin.

Menurut Timothius, JD.ID memutuskan bermitra dengan Citilink karena anak perusahaan Garuda Indonesia tersebut dinilai memiliki jaringan penerbangan paling banyak di Indonesia dan mempunyai lebih dari dua puluh juta pelanggan. Dengan begitu, pihaknya pun punya kesempatan yang lebih besar untuk memperkenalkan platform JD pada masyarakat.

“Targetnya sama-sama memberikan nilai lebih pada pelanggan masing-masing,” ujar Timothius.

Hal senada juga dikatakan Andy. Menurutnya Citilink bersedia untuk bekerja sama karena memandang JD sebagai salah satu pemimpin pasar e-commerce di Indonesia.

“Kami sudah cukup lama mencari pasangan yang tepat untuk bekerja sama. Teknologi (JD) bagus, barang-barang yang dijual bagus, visi misi sama, makanya kami bisa cocok. Ini menjadi terobosan kami sebagai maskapai low cost carrier untuk memberikan customer experience yang berbeda bagi penumpang,” jelasnya.


Kerja sama antara JD dan Citilink ini memang tergolong unik, karena biasanya maskapai penerbangan hanya menjalin kemitraan dengan pelaku startup dalam hal penjualan tiket pesawat.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post JD.ID Resmi Gandeng Citilink yang Mungkinkan Pengambilan Barang di Dalam Pesawat appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *