Kemenristekdikti Dukung Peluncuran Online Scholarship Competition 2017

Jakarta – Belmawa. Salah satu cara dalam menghadapi tantangan global di era Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), inovasi, dan networking. Oleh karena itu peran pendidikan tinggi sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berdaya saing. Hal tersebut yang ditekankan oleh Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin pada acara peluncuran Online Scholarship Competition 2017 di Jakarta Barat pagi tadi (30/8).

Online Scholarship Competition (OSC) merupakan sebuah kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia yang diselenggarakan atas kerjasama antara Metro TV dengan Avitex Cat Tembok. Beasiswa ditawarkan kepada calon mahasiswa yang ingin melanjutkan jenjang kuliah ke Perguruan Tinggi Swasta favorit yang menjadi mitra OSC.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sangat mengapresiasi penyelenggaraan OSC ketiga tersebut. Dalam sambutannya, Didin mencurahkan kebahagiaannya atas pihak-pihak yang membantu Kemenristekdikti untuk bergerak bersama memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, serta membantu akselerasi peningkatan kualifikasi rata rata pendidikan anak bangsa yang mencerminkan kemajuan bangsa ini.

Didin menyampaikan bahwa Kemenristekdikti memiliki beasiswa bagi ratusan ribu anak bangsa di perguruan tinggi, diantaranya adalah 320 ribu bantuan biaya pendidikan Bidikmisi, 130 ribu beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), 4.000 beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi mahasiswa daerah 3T, Papua, dan Papua Barat, serta ribuan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi lainnya.

“Tidak sedikit anak-anak kita yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan karena terbentur kendala ekonomi. Hanya sekitar 30% yang berhasil lanjut ke perguruan tinggi. Maka dari itu kami sangat mengapresiasi pihak yang mau menyediakan beasiswa untuk terus menghimpun potensi generasi muda,” tutur Didin.

Dukungan yang sama juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad. Hamid menyampaikan bahwa OSC merupakan bentuk inovasi program beasiswa dengan mengusung sistem online, yang memudahkan calon mahasiswa untuk mendaftar.

“Kemendikbud juga memiliki program beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADem) bagi 1,4 juta siswa SMP di daerah untuk dapat melanjutkan jenjang SMA di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Semoga program OSC ini dapat menjembatani siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, terutama siswa dari daerah terpencil,” ujar Hamid.

Kuota OSC Tahun 2017 Ditambah

Tahun ini merupakan tahun ke-3 penyelenggaraan OSC, dan antusiasme pendaftar meningkat dari tahun ke tahun. Pemimpin redaksi Metrotvnews.com Abdul Kohar menyampaikan bahwa di tahun pertama (2015), hanya disediakan kuota beasiswa untuk 50 orang, yaitu sebanyak 10 calon mahasiswa untuk lima (5) perguruan tinggi swasta mitra OSC di Jakarta. Di tahun kedua (2016), kuota ditambah menjadi 200 kursi di sepuluh (10) perguruan tinggi swasta yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

“Di tahun pertama ada sekitar 5.600 pendaftar yang memperebutkan 50 kursi, dan tahun kedua meningkat menjadi 28.000 pendaftar yang tak hanya dari Pulau Jawa, namun juga dari Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Tingginya jumlah pendaftar tersebut membuktikan tujuan penyelenggaraan OSC untuk menyediakan pendidikan merata bagi anak Indonesia mulai tercapai,” ujar Kohar.

Tahun 2017 ini, OSC menyediakan 240 kursi untuk 12 perguruan tinggi swasta di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Di Jakarta, empat perguruan tinggi swasta menjadi mitra OSC tahun ini, yaitu Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Trisakti. Tiga perguruan tinggi swasta di Bandung juga membuka peluang, yaitu Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Universitas Kristen Maranatha, dan Universitas Telkom. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta juga membuka pintu untuk pendaftar. Dan tahun ini, dua perguruan tinggi swasta di Malang turut berpartisipasi, yaitu Universitas Gajayana Malang dan Universitas lslam Malang, begitu pula Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) dan Universitas 17 Agustus 1945 dari Surabaya.

Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 30 Agustus 2017, hingga 3 November 2017 nanti. Peserta akan diseleksi secara online dalam bentuk tes soal pilihan ganda, kemudian yang lolos dengan nilai terbaik akan mengikuti proses input data diri, lalu wajib mengikuti tes offline di Jakarta pada 9 Desember 2017.

Sebanyak 240 pendaftar dengan nilai terbaik saat tes online maupun offline berhak meraih beasiswa dari perguruan tinggi swasta yang terdaftar sebagai mitra OSC 2017. Selain itu, calon mahasiswa yang lolos seleksi juga bebas uang pangkal selama delapan semester berturut-turut dan mendapatkan sertifikat pemenang OSC 2017. OSC juga menyediakan subsidi transportasi bagi finalis yang berasal dari luar Pulau Jawa yang mengikuti tes offline di Jakarta. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman osc.metrotvnews.com. (DRT/Editor/HKLI)

Source: Belmawa Ristek


Source: entrepreneur