Pernah Gagal Berbisnis Franchise, Dua Pemuda Ini Buat Direktori Waralaba


Founder: Vincent Cent, Niko Riansyah
Industri: direktori waralaba
Status pendanaan: bootstrapping

  • Helo Franchise mengklaim telah melengkapi direktori bisnis waralaba mereka dengan sedikitnya dua ratus merek, puluhan di antaranya diisi langsung oleh pemilik lisensi resmi .
  • Selain menawarkan kesempatan berpromosi, Helo Franchise juga berencana melengkapi layanannya dengan fitur cicilan bagi para franchisee yang berminat membeli lisensi lewat platform mereka.

button ulasan startup


Menjual lisensi waralaba merupakan salah satu model bisnis yang masih diminati masyarakat di Indonesia. Meski tampak praktis untuk dijalani, namun mengoptimalkan potensi bisnis waralaba bukanlah sesuatu yang mudah, terlebih lagi untuk urusan pemasaran.

Hal ini dialami sendiri oleh Niko Riansyah. Ia merupakan pengusaha bisnis waralaba minuman yang juga sempat mengalami hambatan, terutama dalam soal pemasaran produk.

Berangkat dari problem tersebut, serta pengalaman jatuh ketika menjalani startup sebelumnya dan kebutuhan di lapanganNiko beserta rekannya Vincent Cent melihat peluang bisnis di ranah waralaba. Mereka mencoba membantu pemasaran bisnis waralaba melalui layanan Helo Franchise.

Kamar Usaha | Photo

Sumber: KamarUsaha

“Saya bekerja sebagai IT developer dan Niko sendiri sebelumnya pernah bekerja sebagai Digital Marketing Specialist. Dia memiliki latar belakang sangat berbeda dengan bidang pekerjaan yang dia kuasai sekarang,” ungkap Vincent.

Sempat gagal berbisnis

Pengembangan platform informasi waralaba lokal Helo Franchise bukanlah bisnis pertama yang dirintis oleh Vincent dan Niko. Sebelumnya, mereka berdua sempat mencoba terjun di bisnis periklanan khusus waralaba bernama Busnez.com.

Keinginan mendapatkan hasil dalam waktu singkat dan strategi yang kurang matang membuat keduanya terpaksa harus menutup Busnez.com.  “Saat itu sudah ada franchise yang terdaftar, namun umur kami yang masih muda dan insting yang belum matang membuat bisnis tersebut gagal,” kenang Vincent.

Meski sempat mengalami kegagalan, namun keduanya tidak kapok mengejar peluang di ranah waralaba. Di akhir 2016, kedua founder ini merasa siap untuk memulai kembali usai mengikuti seminar bisnis dan belajar mengenai kesalahan mereka di startup sebelumnya.

Persiapan lebih matang

Vincent menjelaskan salah satu tantangan yang mereka hadapi ketika mendirikan Helo Franchise adalah bagaimana menarik pemilik lisensi waralaba agar mendaftarkan merek masing-masing ke dalam platform tersebut. Oleh karena itu Vincent dan Niko lebih mendalami kebutuhan pengguna melalui kegiatan A/B testing guna menentukan kemudahan yang sesuai bagi para pengguna saat hendak mendaftarkan waralaba masing-masing.

Helo Franchise | Screenshot

“Semenjak resmi beroperasi pada April 2017, kami terus melakukan pengembangan terhadap fitur dan website. Kami juga telah menyusun roadmap yang cukup panjang untuk pengembangan berbagai fitur dan ide yang telah ada,” ungkap Vincent.

Saat ini Helo Franchise telah menghimpun lebih dari 200 merek dalam katalog waralaba mereka, dengan 20 di antaranya merupakan franchise resmi terdaftar. “Perbedaannya adalah franchise resmi merupakan pihak pemilik waralaba yang memberikan informasi secara detail. Sedangkan katalog hanya informasi umum karena ada yang tidak ingin detail informasinya dipublikasikan oleh pihak pemegang franchise.

Tak hanya makanan dan minuman, katalog waralaba Helo Franchise juga meliputi kategori jasa laundry pakaian, kursus pendidikan, travel, dan peluang kemitraan lainnya.

HeloFranchise | Photo

Hendak tawarkan program cicilan

Melihat jumlah pengguna dan peminat yang terus tumbuh, kedua founder Helo Franchise berencana meluncurkan sebuah aplikasi mobile agar para pembeli lisensi waralaba bisa mendapatkan informasi terbaru seputar bisnis waralaba. Di samping itu, mereka juga mempersiapkan jalur monetisasi lewat pemberian slot iklan khusus untuk pemilik waralaba resmi yang berminat.

Di masa depan, Helo Franchise juga hendak mempersiapkan fitur cicilan lisensi waralaba bagi orang yang ingin menjadi franchisee melalui platform mereka. Vincent mengungkapkan bahwa fitur ini akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.


Helo Franchise bukan satu-satunya platform direktori online yang menawarkan informasi seputar penjualan bisnis waralaba di Indonesia. Di samping mereka, ada pula beberapa kompetitor lain seperti AyoWaralaba dan Waralabaku yang lebih dahulu hadir.

Meski memiliki kesamaan dengan kompetitor, namun layanan cicilan membayar lisensi waralaba dari Helo Franchise diharapkan bisa menjadi pembeda yang bisa menawarkan kemudahan bagi siapa saja yang berminat memulai usaha waralaba dengan lebih terjangkau.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Pernah Gagal Berbisnis Franchise, Dua Pemuda Ini Buat Direktori Waralaba appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *