Raih Pendanaan Rp223 Miliar, Marketplace Fesyen Zilingo Ekspansi ke Indonesia


Ikhtisar
  • Pendanaan Seri B senilai US$17 juta (sekitar Rp223 miliar) tersebut dipimpin oleh Sequioa Capital India dan Burda Principal Investments.
  • Zilingo akan bersaing dengan marketplace fesyen lain yang telah lebih dulu beroperasi di Indonesia, seperti Sale Stock, Zalora, Berrybenka, hingga Blibli atau Tokopedia.

Pada 12 September 2017, marketplace fesyen asal Singapura Zilingo mengumumkan telah mendapat pendanaan Seri B sebesar US$17 juta (sekitar Rp223,7 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh Sequoia Capital India dan Burda Principal Investments, modal ventura milik media asal Jerman Hubert Burda Media.

Investor Zilingo sebelumnya, mulai dari Beenext, Susquehanna International Group (SIG), Venturra Capital, dan Wavemaker Partners juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini. Ikut bergabung pula beberapa investor baru seperti Tim Draper dan Founder IDG Ventures India, Manik Arora.

Sebelumnya Zilingo telah berhasil mendapat pendanaan Seri A sebesar US$8 juta (sekitar Rp105,2 miliar) pada September 2016, serta pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar US$1,9 juta (sekitar Rp25 miliar) pada tahun 2015. Dalam setahun terakhir, Zilingo mengaku pendapatan mereka naik sepuluh kali lipat, dan berhasil menggaet lima ribu merchant baru untuk bergabung dalam platform mereka.

Incar pemasangan iklan di baliho

Zilingo Founder

Kiri ke kanan: Ankiti Bose (CEO) dan Dhruv Kapoor (CTO)

Ankiti Bose, Co-founder dan CEO Zilingo, menyatakan kepada Tech in Asia bahwa pihaknya akan menggunakan dana segar tersebut untuk mengembangkan bisnis di pasar yang begitu menjanjikan, yaitu Indonesia. Mereka baru meluncurkan layanan di tanah air sekitar empat bulan yang lalu.

“Bagi kami, Indonesia merupakan pasar yang baru “meledak”. Kami rasa ada banyak produk dan merchant di Indonesia yang bisa terbantu dengan kehadiran platform kami,” jelas Bose. “Jadi, tujuan utama dari pendanaan ini adalah melanjutkan apa yang telah kami lakukan selama ini, dan terus berkembang.”

Selain itu, Zilingo juga berniat menggunakan uang yang baru mereka terima untuk membangun brand, terutama lewat media pemasaran offline. Menurut Bose, di pasar seperti Indonesia dan Thailand, media offline dan platform luar ruangan seperti baliho masih menjadi cara utama untuk berbicara kepada konsumen.

Hal tersebut tentu tidak akan murah, dan Zilingo pun sadar akan hal itu. Namun peluang besar yang bisa mereka dapatkan apabila nama mereka kian dikenal masyarakat di Indonesia tentu sayang untuk dilewatkan.

“Hal ini akan sangat efektif untuk menjangkau masyarakat yang tidak menggunakan Facebook dan Instagram. Memang mahal, namun apabila kamu melakukannya dengan benar, maka kamu bisa berharap orang-orang yang melihat billboard tersebut nantinya akan tertarik dengan iklan yang kamu hadirkan secara online,” tutur Bose.

Strategi bersaing dengan Zalora dan Sale Stock

Zilingo | Screenshot

Zilingo merupakan marketplace khusus yang bisa menghubungkan para penjual dan pembeli produk fesyen. Di situs mereka, kamu bisa menemukan barang-barang seperti pakaian, perhiasan, hingga produk-produk terkait gaya hidup dan kecantikan.

Di Indonesia sendiri telah ada cukup banyak startup yang bergerak di bisnis tersebut, seperti Zalora, Berrybenka, hingga Sale Stock. Pada Agustus 2017 lalu, Sale Stock bahkan baru saja mendapat pendanaan Seri B Lanjutan sebesar US$27 juta (sekitar Rp360 miliar). Lebih jauh dari itu, e-commerce seperti Lazada, Blibli, Bukalapak, dan Tokopedia, pun telah merambah bisnis fesyen.

Meski begitu, Bose mengklaim bahwa Zilingo menawarkan sesuatu yang berbeda. Mereka tak hanya menampilkan informasi para merchant di dalam situs Zilingo, namun juga membantu mereka dalam melakukan pengelompokan jenis barang, pengambilan foto, pembuatan video, pengemasan, hingga pemberian modal.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Raih Pendanaan Rp223 Miliar, Marketplace Fesyen Zilingo Ekspansi ke Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur