Tripal, Layanan untuk Promosikan Lokasi Wisata yang Sulit Dicari di Google


Founder: Kevin Wu, Roy Wu, Budiman Goh, dan Santo Soetarmin
Industri: Marketplace tour guide lokal
Status pendanaan: Bootstrapping

  • Tripal memudahkan wisatawan untuk liburan tanpa harus terikat dengan paket dari agen perjalanan.
  • Pengetahuan dan jaringan lokal menjadi modal tripal di tengah ketatnya persaingan startup di ranah travel.

Pengalaman berkali-kali melakukan perjalanan bisnis ke berbagai kota, membuat seorang pengusaha yang bernama Kevin Wu menjadi tertarik dengan aktivitas wisata lokal, seperti kuliner. Namun sayangnya, ia menemukan banyak lokasi wisata kuliner yang hanya diketahui oleh orang lokal saja. Informasi terkait tempat tersebut bahkan sulit ditemukan di mesin pencari Google.

“Google justru dipenuhi oleh usaha-usaha baru yang dibuat oleh anak muda yang mengerti tentang Search Engine Optimization (SEO). Produk atau lokasi wisata terbaik dari suatu daerah justru masih dikelola secara konservatif. Coba saja lakukan pencarian Pempek Lampung di Google, maka sebagian besar isinya adalah toko-toko yang baru berdiri,” tutur Kevin kepada Tech in Asia Indonesia.

Itulah mengapa sejak tahun lalu pria yang juga merupakan Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia tersebut mencoba melakukan riset tentang kebiasaan berwisata masyarakat tanah air. Kevin pun menemukan banyak orang Indonesia yang enggan mengikuti paket wisata dari para agen perjalanan, karena mereka kurang nyaman untuk berwisata dengan orang lain yang tidak mereka kenal.

Beberapa dari mereka coba mengatur perjalanan sendiri secara online, namun justru merasa kesulitan karena kebanyakan situs travel online hanya menghadirkan layanan penjualan tiket pesawat dan hotel.

Itulah mengapa Kevin memutuskan untuk mendirikan startup baru yang bisa menghubungkan masyarakat tanah air dengan para penduduk lokal, untuk menjadi teman perjalanan mereka. Layanan tersebut ia beri nama Tripal.

“Nama Tripal sendiri diambil dari kata Trip yang berarti perjalanan, dan Pal yang berarti teman,” tutur Kevin.

Untuk mengembangkan Tripal, ia pun mengajak mantan Manajer Pemasaran dari perusahaan perekat Dextone, Roy Wu, untuk bergabung sebagai COO. Selain itu, Kevin pun menggaet International Business Director GarudaFood Budiman Goh serta CTO Foodgasm Santo Soetarmin sebagai Advisor.

Telah berhasil gandeng seratus penduduk lokal

Tripal Launching

Kevin Wu (ketiga dari kiri), saat acara launching Tripal

Tripal sendiri baru saja mengadakan soft launch pada tanggal 19 Mei 2017 yang lalu. Namun saat ini mereka telah mempunyai lebih dari seratus Pal (sebutan untuk orang lokal yang bisa menjadi teman perjalanan kamu) yang berasal dari tujuh belas provinsi di seluruh Indonesia.

“Saat ini telah ada hampir seribu orang yang mendaftar untuk menjadi pengguna di situs kami. Fokus awal kami memang baru pada pengembangan sisi teknologi, sehingga kami belum memulai aktivitas pemasaran,” jelas Kevin.

Untuk mendapatkan pemasukan, Tripal mengenakan biaya transaksi sebesar delapan belas persen kepada pengguna. Dengan begitu, uang yang diterima oleh para penduduk lokal pun sudah bersih, dan tidak akan terkena potongan apapun.

Sejauh ini mereka telah mempunyai sekitar sepuluh orang karyawan, yang mayoritas merupakan developer dan tenaga pemasaran. Untuk menjalankan operasional, Kevin mengaku masih menggunakan uang pribadinya sendiri.

Andalkan jaringan lokal untuk bersaing

Tripal | Screenshot

Menurut Kevin, saat ini tantangan terbesar yang ia hadapi adalah bagaimana cara mengedukasi penduduk lokal agar mau bergabung menjadi Pal di Tripal. Untuk itu, Kevin pun berniat untuk langsung melakukan aktivitas promosi baik secara online maupun offline, begitu ia merasa situs mereka telah berjalan sempurna dari sisi teknologi.

Di Indonesia sendiri, telah ada beberapa startup yang menghadirkan layanan serupa dengan Tripal, seperti Tripvisto. Situs travel online besar seperti Traveloka dan Airbnb pun telah menghadirkan layanan pemesanan aktivitas wisata lokal.

Mesi begitu, Kevin mengaku tidak khawatir. “Keunggulan kami adalah pengetahuan dan jaringan lokal yang kami miliki di Indonesia. Itulah mengapa kami perlu melakukan aktivitas pemasaran secara online dan offline yang sulit dijangkau oleh para pesaing, terutama yang berasal dari luar negeri,” pungkas Kevin.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto; Sumber gambar: Pexels)

The post Tripal, Layanan untuk Promosikan Lokasi Wisata yang Sulit Dicari di Google appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi


Source: entrepreneur