Ajak Mahasiswa Kritis Terhadap Perkembangan Media, Universitas Al Azhar Indonesia Hadirkan Program Okezone Goes to Campus

Rabu,( 11/10/2017 ) – Belum Berakhir kemeriahan acara BioDay 2017  kemarin, Universitas Al Azhar Indonesia menghadirkan kesemarakan baru yang tak kalah serunya bersama Program Okezone Goes to Campus. Acara yang dinaungi oleh Program Studi Ilmu Komunikasi ini juga disiarkan secara langsung oleh Website resmi Okezone.com  pada pukul 09.00 – 12.00 WIB. Mengangkat Tema “Tantangan Media Di Era Digital : Media Online VS Media Sosial Indonesia“ diskusi hangat tentang perkembangan media di era digital ini  juga dihadiri oleh Bapak M Budi Santosa sebagai Pimpinan Redaksi Okezone.com, Alif Rizky B Force selaku salah satu youtuber Indonesia dan Bapak Nanang Haroni, SAg M.si Sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia.

Okezone.com merupakan portal online berita dan hiburan yang berfokus pada pembaca Indonesia baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal diluar negeri. Okezone sendiri resmi diluncurkan (Commercial Launch) sebagai portal berita pada 1 Maret 2007 dan sampai dengan bulan September 2016 Okezone mendapatkan peringkat ke- 15 dari Top 100 Website terpopuler di Indonesia. Okezone Goes to Campus adalah salah satu bentuk kampanye yang diadakan untuk mendukung perbaikan dan perkembangan media masa kini. Seperti yang kita ketahui jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 83,7 JUTA (e-marketer) dan diperkirakamn akan terus meningkat menjadi 112 juta ditahun 2017. Pertumbuhan ini akan terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Revolusi digital telah memberikan masyarakat kemudahan dalam mengakses berita, tren berita Hoax kian menjamur dikalangan para pengguna Media Sosial, meskipun telah ada manfaat besar dari revolusi digital terutama dalam hal aksebilitasi informasi, tetap ada sejumlah kekhawatiran. Dan munculnya teknologi baru membawa banyak peluang potensial untuk eksploitasi. Informasi menjadi sesuatu yang mudah direplikasi tapi tidak dengan mudah diverifikasi. Oleh karena itu isu berita Hoax adalah salah satu masalah yang harus diatasi. Data yang didapat oleh tim Okezone.com  menjelaskan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap media ditahun 2013 lalu masih berada di tingkat 70%, lalu ditahun 2017 lalu MNC Group kembali  mensurvey data tersebut dan menurun menjadi 60%. Maka  sudah jelas tentunya bahwa ini adalah kasus yang sangat memprihatinkan yang terdapat di media masa kini.

Bapak Nanang Haroni, SAg M.si, ketika membahas akan keresahan sosial bahwa sebagian besar masyarakat bahkan mahasiswanya akan menerima banyak berita hoax secara langsung  tanpa melakukan penyaringan berita terlebih dahulu menjelaskan bahwa,  dalam konteks menyiarkan berita sudah seharusnya mahasiswa memiliki kesadaran untuk menggunakan media secara benar, mengasah logika dengan banyak membaca dan menghindari untuk menjadi bagian dari salah satu pembaca berita Hoax maupun penyebar berita Hoax. Karena tentu saja ini akan berpengaruh terhadap eksistensi sebuah media sebagai penyiar berita.“jadilah betul betul rujukan bagi setiap informasi yang selama ini kabur, yang selama ini tidak terverifikasi. Jadi, meskipun anda memiliki rezim kecepatan jangan lupakan rezim ketepatannya, disiplin verifikasi adalah prinsip yang tidak boleh dilupakan oleh masing masing media. “ tegas beliau.

Disamping itu masyarakat juga melihat bahwa sosial media memegang pengaruh paling besar dalam menyebarkan informasi maupun berita. Jika dibandingkan dengan media online dan media cetak kecepatan penyebaran beritanya bisa terlampau jauh oleh media sosial. Untuk menjadi generasi yang dapat menggunakan media sosial dengan baik, salah satu tamu pembicara yang merupakan seorang Youtuber Alif Rizky berbagi pengalaman tentang  konsep dan tujuannya menciptakan konten yang menarik di media yang berbasis video ini. Ia berkata “Sekarang kita harus pintar pintar membaca apa saja yang sedang Booming. Harus ada kreatifitasnya dan Funny Content. Tetap memprioritaskan kualitas video, karena tanpa kualitas kita tidak akan mampu bertahan lebih lama di dunia entertainment“ untuk menciptakan sebuah karya kita harus dapat membaca siatuasi, akhir-akhir ini konten negatif bergerak layaknya virus yang sangat banyak diminati oleh masyarakat. Namun as a good creator kita harus kembali pada rumus bahwa karya kita harus memiliki kualitas agar mampu bersaing lebih lama. Membaca situasi yang sudah salah bukan berarti mengharuskan kita untuk juga berbuat salah. Namun merubahnya dengan cara yang lebih baik.

Kebutuhan akan media digital di teknologi yang semakin maju adalah sebuah hal yang tak bisa dihindari. ada jutaan masyarakat dan tiap perkembangan generasi masa depan yang mana kehidupan sosialnya telah didominasi oleh digital media sosial. Jika tantangan yang kian menjadi belum juga terjawab dan diperbaiki maka akan berdampak pada turunnya kualitas masyarakat dimasa depan. Disini Okezone.com sebagai salah satu portal media online melakukan verfikasi yang ketat yang sesuai dengan kaidah kaidah jurnalistik. Sebagai salah satu langkah untuk menyikapi maraknya berita Hoax yang beredar.  Yaitu dalam arti seluruh berita sebelum dipublikasikan harus melewati tahapan tahapan penyeleksian yang ketat, inilah yang menjadi poin lebih yang dimiliki media online dibanding media sosial. Namun, media sosial tidak melulu memberikan dampak yang negatif bagi masyarakat. Jika digunakan sesuai dengan kaidah, media sosial dapat menjadi ladang untuk mengakses informasi dengan cepat dan mudah, menjadi media distribusi, dan juga komunikasi. Seminar ini banyak menyadarkan mahasiswa dan generasi muda akan peran penting sebuah media dalam membentuk masyarakat dan membuka mata para mahasiswa akan perubahan Media yang lebih baik. Diskusi hangat yang ditutup dengan pembagian hadiah oleh pembawa acara pun mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para mahasiswa.

Universitas Al Azhar Indonesia
Universitas Al Azhar Indonesia
Universitas Al Azhar Indonesia
Universitas Al Azhar Indonesia
Universitas Al Azhar Indonesia

 

Source: berita uai

Source: beasiswa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *